Macam-Macam Beban Listrik (Resistif, Induktif dan Kapasitif)

jenis-jenis beban listrik

Beban listrik merupakan suatu peralatan listrik yang membutuhkan daya listrik atau energi listrik agar dapat bekerja atau berfungsi. Beban listrik dapat bekerja saat dialiri listrik. dengan memanfaatkan energi listrik tersebut kemudian dikonversikan atau diubah energi listrik tersebut menjadi energi lain.

Misalnya saja seperti pada lampu energi listrik menjadi energi cahaya, atau pada motor listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak (putar) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, pada artikel ini kita akan mencoba mengenal beragam jenis beban listrik lengkap mulai dari pengertian, rumus hingga contoh alat-alat listrik pada setiap jenisnya.

Beban Resistif

Beban resistif merupakan sebuah komponen peralatan listrik yang didalamnya terdapat komponen yang bekerja dengan sistem resistansi. Jadi, jenis beban ini hanya mengonsumsi daya aktif. Beban resistif tidak akan mengakibatkan perubahan pada faktor daya, sehingga memiliki nilai cos phi yang tetap.

Beban Resistif

Adapun rumus daya pada beban resistif yaitu:

P = V x I

Keterangan:

P : Power / Daya (Watt)
V : Voltage / tegangan (Volt)
I : Intensity / Arus (Ampere)

Untuk contoh penggunaannya sendiri bisa kita temukan pada peralatan listrik sehari-hari. Terutama peralatan yang memakai sistem beban resistif. Berikut contoh alat-alat listrik dari beban resistif:

  1. Setrika,
  2. Solder listrik,
  3. Mesin penanak nasi,
  4. Lampu dan lain sebagainya.

Beban Induktif

Beban induktif merupakan alat listrik yang menggunakan beban induktif biasanya beroperasi dengan prinsip kerja induksi. Tidak hanya itu saja, alat listrik yang menggunakan beban induktif juga memakai kawat penghantar.

Umumnya kawat ini dililitkan pada bagian inti kumparan untuk menghambat laju arus pada rangkaian instalasi listrik. Karakteristik lain dari alat yang menggunakan beban induktif yakni adanya daya harmonik yang dihasilkan. Daya ini nantinya bisa menyerap daya aktif sekaligus daya reaktif dalam rangkaian. Akhirnya daya cosphi pada rangkaian tersebut juga akan mengalami penurunan.

Beban Induktif

Maka, rumus untuk beban Induktif listrik 1 Phase, yaitu:

P = V x I x Cos phi

Keterangan:

P : Power / Daya (Watt)
V : Voltage / Tegangan (Volt)
I : Intensity / Arus (Ampere)
Cos phi (faktor daya) nilai < 1

Adapun rumus daya untuk listrik arus bolak balik 3 Phase, yaitu:

P = V x I x Cos x akar3

Keterangan

P : Power / Daya (Watt)
V : Voltage / Tegangan (Volt)
I : Intensity / Arus (Ampere)
Cos phi (faktor daya) nilai < 1

Contoh aplikasi beban induktif dalam perangkat listrik bisa djumpai pada:

  1. Mesin las listrik
  2. Lampu hemat energi
  3. Trafo dan sejenisnya

Beban Kapasitif

Alat-alat listrik yang bekerja dengan beban kapasitif biasanya memiliki kemampuan kapasitansi. Bisa dikatakan kapasitansi yakni tingkat kemampuan penyerapan energi listrik sementara. Jadi nantinya daya aktif akan diserap dan sebaliknya daya reaktif ini akan dihilangkan.

Beban Kapasitif

Rumus untuk beban kapasitif listrik 1 Phase adalah

P = V x I x Cos phi

Keterangan

P : Power / Daya (Watt)
V : Voltage / Tegangan (Volt)
I : Intensity / Arus (Ampere)
Cos phi (faktor daya) nilai < 1

Adapun rumus daya untuk listrik arus bolak balik 3 Phase, yaitu:

P = V x I x Cos phi x akar3

Keterangan:

P : Power atau Daya (Watt)
V : Voltage atau Tegangan (Volt)
I : Intensity atau Arus (Ampere)
Cos phi (faktor daya) nilai < 1

Sehingga alat-alat yang bekerja dengan sistem ini memang biasanya digunakan untuk memperbaiki faktor daya. Namun tentunya dalam kapasitas tertentu, justru alat yang beroperasi dengan beban kapasitif juga berfungsi untuk memperkecil nilai cosphi. Contoh alat listrik yang bekerja dengan beban kapasitif adalah kapasitor.

Itulah pembahasan lengkap mengenai jenis-jenis beban listrik mulai dari pengertian, rumus hingga contoh-contoh alat listrik tersebut. Kami berharap kamu bisa memahami tentang perbedaan dari masing-masing jenis beban listrik tersebut.

Next Post Previous Post