Macam-Macam Alat Ukur Lengkap Dengan Fungsi dan Gambarnya

Sebelum kita membahas lebih detail mengenai ragam varian alat elektronika, sebaiknya anda ketahui dulu apa itu alat ukur. Alat ukur merupakan perangkat yang digunakan untuk mengetahui besaran nilai dan ukuran suatu objek, seperti ukuran suhu, waktu, panjang, massa dan lainnya.

Dalam sains, fungsi dari alat ukur ini sangatlah diperlukan. Jenisnya sendiri diklasifikasikan sesuai dengan fungsi atau kinerjanya. Misalnya saja alat ukur untuk melakukan pengukuran volume, waktu, panjang, massa atau berat. kelembaban udara, listrik, suhu, tanah, serta gaya dan tekanan.

Macam-macam alat ukur secara garis besar dapat dibagi menjadi 9, yaitu:

  1. Alat ukur panjang
  2. Alat ukur volume
  3. Alat ukur massa dan berat
  4. Alat ukur listrik
  5. Alat ukur waktu
  6. Alat ukur suhu
  7. Alat ukur kelembaban udara
  8. Alat ukur tanah
  9. Alat ukur intensitas cahaya

Nah, untuk pembahasan yang lebih lengkap mengenai bergam jenis alat ukur dan fungsinya bisa anda simak ulasannya di bawah ini.

Alat Ukur Panjang

Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang berfungsi untuk mengukur panjang dari suatu objek untuk beberapa kebutuhan. Alat ukur panjang juga terdiri dari beberapa macam. Jenis alat ukur panjang yang paling sering dijumpai adalah penggaris.

1. Penggaris

Penggaris merupakan nama alat ukur yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi anda, karena alat ini cukup mudah untuk dijumpai. Jenis alat ukur panjang yang satu ini biasa digunakan oleh pada siswa sekolah hingga usaha percetakan.

Satuan yang terdapat pada penggaris yaitu sentimeter (cm) dan inch. Bentuk dan ukuran dari penggaris sangat variatif, beberapa di antaranya penggaris siku, penggaris segitiga dan penggaris busur.

2. Meteran

Meteran juga salah satu alat ukur yang tidak kalah populer dari penggaris. Satuan yang ada pada meteran bisa dibilang sama dengan satuan pada penggaris yakni sentimeter dan inch.

Yang membedakan di antara kedua alat ukur tersebut adalah jarak rentang meteran yang biasanya didesain jauh lebih panjang dibandingkan dengan rentang panjang penggaris pada umumnya/

Meteran biasanya digunakan untuk kebutuhan yang lebih berat. Misalnya saja digunakan oleh pekerja bangunan untuk mengukur material maupun lahan. Fungsi dari meteran ini bisa dimanfaatkan untuk mengukur luas tanah, panjang jalan dan lainnya.

3. Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup merupakan jenis alat ukur panjang yang berfungsi untuk mengukur panjang objek. Namun, fungsinya berbeda dengan alat ukur penggaris dan meteran.

Fungsi utama dari mikrometer sekrup yaitu untuk melakukan pengukuran pada ketebalan objek dengan lebih presisi. Misalnya seperti mengukur kertas, logam dan benda tipis lainnya. Untuk tingkat ketelitian dari mikrometer sekrup bisa mencapai 0,01 milimeter.

4. Jangka Sorong

Alat ukur panjang yang selanjutnya yakni jangka sorong. Alat ukur ini didesain agar bisa digunakan untuk mengukur sebuah objek dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi.

Jangkat sorong merupakan jenis alat ukur panjang yang mampu digunakan untuk mengukur objek dengan ukuran kecil dengan tingkat ketelitian mencapai 0,1 milimeter.

Alat Ukur Volume

Alat Ukur Volume

Alat ukur volume berfungsi untuk mengukur jumlah volume dari zat cair yang ada pada sebuah objek. Berikut pembahasan lengkap dari setiap jenis alat ukur volume.

1. Gelas Ukur

Gelas ukur terbuat dari kaca yang berfungsi untuk mengukur volume dari suatu larutan atau zat cair lainnya. Pada gelas ukur terdapat angka yang merupakan skala ukuran dari volume larutan. Satuan yang tertera biasanya menggunakan milimeter kubik.

2. Erlenmeyer

Alat ukur volume yang selanjutnya yaitu Erlenmeyer. Erlenmeyer merupakan jenis alat ukur yang memiliki fungsi sebagai pengukur volume larutan. bahan pembuatan erlenmeyer sama seperti gelas ukur, yakni kaca.

Baik gelas erlenmeyer ataupun gelas ukur, kedua alat ukur tersebut pasti ada di dalam laboratorium sains. Hanya saja penggunaannya yang berbeda. Erlenmeyer memiliki bentuk dimana pada bagian atasnya lebih sempit daripada bagian bahwa. Maka tidak heran apabila bisa digunakan menggojok suatu larutan. Tujuannya agar zat cair tersebut tidak mudah tumpah.

Alat Ukur Massa dan Berat

Alat Ukur Masa dan Berat

Setiap objek pasti memiliki massa atau berat, untuk mengetahui ukurannya kita memerlukan alat ukur massa dan berat. Untuk lebih lengkapnya silakan simak macam-macam alat ukur massa dan berat.

1. Timbangan

Alat ukur yang satu ini tentu sudah sangat familiar bagi kita semua, yaitu timbangan. Timbangan yang sering kita jumpai ada dua macam, yakni timbangan analog dan digital. Kedua timbangan tersebut sebenarnya sama pada penggunaannya, yang membedakan hanya pada sistem pengukurannya.

Dimana timbangan digital beroperasi dengan memanfaatkan sensor sehingga mampu menampilkan hasil angka yang akurat. Sedangkan pada timbangan analog tidak demikian, melainkan menggunakan pegas. Tentu saja hal ini membuat timbangan digital memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan analog.

2. Neraca

Alat ukur berat yang selanjutnya adalah neraca. Banyak dari yang sering menyamakan pengertian massa dan berat, padahal kedua hal tersebut berbeda. Dalam ilmu fisika, massa termasuk ke dalam besaran pokok dengan satuan kilogram (kg). Sementara itu, berat merupakan besaran turunan dari massa. Satuan berat yaitu Newton (N) atau kg.m.s-2

Nama alat ukur yang digunakan untuk mengukur berat suatu objek adalah neraca. Ada beberapa jenis neraca antara lain neraca pegas, neraca dua lengan dan neraca ohaus.

Alat Ukur Listrik

Alat Ukur Listrik

Selanjutnya ada alat ukur listrik yang berfungsi untuk mengetahui nilai besaran listrik. Misalnya seperti kuat arus, voltase, hambatan dan lainnya. Ada beberapa alat ukur listrik yang umum digunakan, antara lain Multimeter, Ohmeter, Voltmeter, Amperemeter dan Wattmeter.

Berikut fungsi dari setiap jenis alat ukur listrik yang perlu anda ketahui:

  1. Multimeter, memiliki tiga kegunaan, yakni untuk mengukur tegangan, kuat arus dan hambatan atau resistansi.
  2. Amperemeter, untuk mengetahui kuat arus listrik pada suatu rangkaian.
  3. Voltmeter, untuk mengukur tegangan listrik.
  4. Ohmmeter, untuk mengukur besar hambatan listrik atau resistansi.
  5. Wattmeter, untuk mengetahui ukuran daya listrik.

Alat Ukur Waktu

Alat Ukur Waktu

Alat ukur waktu memiliki fungsi untuk mengetahui atau menentukan rentang waktu tertentu. Salah satu contohnya seperti yang sudah disebutkan pada paragraf pembuka artikel ini.

Berikut nama-nama alat ukur waktu yang biasa dipakai:

  1. Jam analog, jenis alat ukur yang berfungsi untuk menunjukkan waktu.
  2. Jam digital, fungsi dari jam ini hampir sama dengan jam analog yakni sebagai alat ukur waktu, namun informasi yang diberikan lebih akurat dibandingkan jam analog.
  3. Stopwatch, alat ukur yang berfungsi sebagai alarm atau menentukan ukuan waktu sebuah pekerjaan.
  4. Kalender, alat ukur yang menunukkan hari, bulan dan tahun.

Alat Ukur Suhu

Alat Ukur Suhu

Berikutnya ada alat ukur suhu yang disebut dengan termometer. Definisi dari termometer adalah sebagai pengukur suhu. Termometer ada beberapa macam yang ada di pasaran sesuai dengan fungsinya.

Berikut beberapa macam-macam termometer yang paling umum digunakan hingga saat ini:

  • Termometer ruang.
  • Termometer laboratorium.
  • Termometer bimetal.
  • Termometer digital.
  • Termometer termokopel.
  • Termometer klinis.
  • Termometer inframerah.

Alat Ukur Kelembaban Udara

Alat Ukur Kelembaban Udara

Hygrometer merupakan nama alat ukur kelembaban udara, dimana jenis alat ukur ini seringkali digunakan oleh badan atau organisasi yang menangani cuaca, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, pada industri makanan dan minuman juga membutuhkan alat pengukur kelembaban udara ini. Tujuannya yaitu untuk mengetahui kelembaban yang sesuai agar makanan dan minuman bisa lebih tahan lama.

Berikut beberapa nama dari alat ukur yang digunakan oleh BMKG untuk menangani masalah cuaca:

  • Anemometer (alat ukur kecepatan dan arah angin).
  • Ombrometer ( alat ukur curah hujan).
  • Barometer (alat ukur tekanan udara).

Sedangkan alat ukur yang digunakan dalam industri bisa disesuaikan dengan kapasitas ruang produksi, atau bisa juga dengan menyesuaikan kebutuhan dari masing-masing jenis industri tersebut.

Alat Ukur Tanah

Alat Ukur Tanah

Alat ukur tanah yang umum digunakan adalah Altimeter dan Theodolite. Kedua alat ukur tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Theodolite memiliki fungsi untuk mengukur ketinggian dan kemiringan tanah. Alat ini sering digunakan pada perencanaan proyek pembangunan saat tahap awal.

Sementara itu, fungsi Altimeter untuk mengetahui ketinggian tanah sesuai permukaan air laut. Jika anda bertanya-tanya, bagaimana cara menentukan nilai MDPL (meter di bawah permukaan laut) sebuah gunung, maka jawaban yang tepat adalah menggunakan Altimeter.

Alat Ukur Intensitas Cahaya

Alat Ukur Intensitas Cahaya

Lux meter merupakan nama lain yang digunakan untuk alat ukur intensitas cahaya. Dengan menggunakan lux meter, kita bisa tahu tingkat penerangan suatu cahaya. Misalnya saja seperti cahaya lampu di gedung, rumah atau ruangan tertentu.

Untuk keperluan tertentu, tingkat intensitas cahaya perlu diatur sedemikian rupa agar penerangan bisa lebih maksimal. Tentu saja tidak terlalu tinggi hingga membuat silau ataupun terlalu redup sehingga mengganggu penglihatan.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang macam-macam alat ukur secara lengkap. Dari ulasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa alat ukur dapat digunakan untuk mengukur suatu objek seperti volume, panjang hingga intensitas cahaya.

Next Post Previous Post